DAKWAH ADALAH CINTA

Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Kala Dakwah Mengajariku

Ketika dulu aku merasa lemah pada hidupku. Dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikanku sosok yang kuat

Kami Rohis BUKAN Teroris

Aksi aktivis Rohis (Rohani Islam) se BMR untuk penggalangan dana untuk aleppo di bundaran Paris Kotamobagu

Pimpinan Sidang Akhwat IP2M

Pada kegiatan mubes IP2M Novita, Aisyah dan Nazria terpilih menjadi pimpinan sidang di Kantor Camat Tutuyan

Pengurus IP2M 2018

Foto saat rapat pengurus IP2M 2018 di kantor camat Tutuyan

Sunday, October 11, 2020

Siti Nurlaili Djenaan; Cerdas itu Bukan Soal gelar yang di Sandang


 


"Berilmu itu penting bagi kita. Karena ia menjadi modal untuk melangkah ke jenjang kehidupan selanjutnya." Ungkap lili Djenaan.

Minggu 11 Oktober 2020, Hj Siti Nurlaili Djenaan, S.Pd., MA menjadi narasumber di kegiatan Taklim Rutin, Ikatan Pemuda Pelajar Muslim Bolaangmongondow Timur.

Di Masjid Nurjanah, Desa Tutuyan, dihadapan kader IPPM, Lili Djenaan, Istri Suhendro Boroma ini, mengajak peserta  Taklim untuk meningkatkan kualitas diri dengan tetap konsisten dalam menuntut ilmu. Ia pun mengatakan penting untuk menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

"Dalam hal kecerdasan, tidak cukup jika hanya cerdas intelektual semata lalu mengabaikan kecerdasan spiritual. Sebaliknya penting bagi kita untuk cerdas secara intelektual dan juga spiritual secara bersamaan." Imbuhnya.

Pada kegiatan yang bertajuk “Pentingnya Wanita itu Cerdas”, lili Djenaan menambahkan, kecerdasan yang sebenarnya adalah di saat seseorang mampu memanfaatkan kemampuan yang dimiliki dengan ktritis. Bahkan kecerdasan menurutnya bukan tentang gelar yang dimiliki.

"Cerdas itu bukan hanya tentang gelar sarjana yang kalian dapatkan, tetapi tentang bagaimana kalian memanfaatkan kemampuan yang kalian miliki dengan kritis". Ungkap Nurlaili kepada Audiens

Kesempatan ini pun di manfaatkan oleh kader IPPM dengan melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Mama Aji, sapaan akrabnya.

*Ash


Friday, May 22, 2020

Pandemi Covid-19 Makin Menjadi; Riska Amalia Berbagi Bersama Anak Yatim

Pandemi Covid-19 Makin Menjadi; Riska Amalia Berbagi Bersama Anak Yatim

Seakan tak ada kunjungnya, semakin hari Corona Virus terus menelan korban, di Indonesia sendiri hingga hari ini korban positif terpapar Covid-19 telah mencapai 20.796 orang, meninggal 1.326 orang dan sembuh sebanyak 5.057 orang. Sulawesi Utara sendiri telah mencapai angkah 198 orang korban positif terpapar, 12 orang meninggal dan sembuh 31 orang.

Kejadian ini mengetuk hati setiap insan manusia untuk saling membantu, Riska Amalia Mokodompit, ketua umum IPPM bersama sejumlah kadernya pada hari Jumat 22 Mey 2020 menyalurkan bantuan sembako kepada Anak Yatim di dua kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow timur. 

Kecamatan Tutuyan dan Kecamatan Kotabunan menjadi titik pembagian sembako dan Masker untuk Anak-anak Yatim.

Riska menyebutkan, pembagian sembako untuk anak yatim ini sudah merupakan program tahunan IPPM. Menurutnya tahun-tahun sebelumnya IPPM sudah sering melakukan hal yang sama.

"Kader IPPM selalu dilatih dan dituntut untuk respect dengan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Mereka saudara kita dan kita berkewajiban untuk membantu. Program berbagi bersama anak-anak Yatim sudah merupakan program tahunan disetiap Ramadhan disetiap kepengurusan." Ungkaya.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada donatur sudah berdonasi dan turut menyukseskan program ini." Lanjut Chika, na panggilan akrabnya.

Monday, May 18, 2020

Empat Hari Lagi Iedul Fitri, Pemerintah Buyat Bersatu Kompak Memilih Shalat Ied Dirumah Saja


Covid 19 benar-benar merombak segala tatanan kehidupan umat manusia,. Bagaimana tidak, ramadhan yang identik dengan keramaian ibadah di masjid, kini dilalui dirumah saja.

Tak cukup dengan ibadah tarwih yang kini hanya di gelar di rumah masing-masing, shalat berjamaah lainnya termasuk shalat Jum'at pun terpaksa di tunaikan dirumah diganti dengan shalat Dzuhur. Tak terkecuali momen shalat iedul fitri juga ternyata harus dikerjakan bersama keluarga inti dirumah masing-masing.

Di inisiatif oleh para Ustdz yang terhimpun di Alumni Pondok Pesantren Miftahul, Pemerintah Buyat Bersatu, BPD dan tokoh masyarakat lain,  pada senin 18 Mey 2020 bertempat di Masjid Al-Mujtahid buyat satu, digelar dialog ilmiah untuk merumuskan kesepakatan bersama demi menghindari penyebaran Covid-19 dibuayat bersatu. Dalam pertemuan tersebut disepakati untuk pelaksanaan shalat ied tahun ini di alihkan dirumah masing-masing.

Ramadhan Mamange, S.Pdi yang merupakan Ketua PDPM Bolaangmongondow Timur ikut menjadi narasumber pada pertemuan tersebut.

"Jangankan shalat ied yang berkumpul ratusan orang itu, bahkan kita yang disini saja sudah saling curiga dan tidak merasakan kenyamanan sebab khawatir jangan-jangan di antara kita ada yang terinfeksi dan kita tidak tahu." ungkap Dadang.

"Apapun keputusan forum, sebagai masyarakat Buyat satu saya terima. Namun izinkan saya untuk shalat ied dirumah bersama keluarga inti. Langkah ini saya ambil berdasarkan putusan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah." Imbuhnya.

Sebelumnya dr. Marzuki Abdul, menyebutkan, selama tidak ada jaminan dari pemerintah berupa SWAB atau minimal RDT, sebaiknya shalat dirumah bersama keluarga inti saja.

"Dengan kelimuan saya, saya ingin mengatakan bahwa, tidak ada jaminan kita terbebas dari Covid-19 jika pemerintah tidak melakukan SWAB atau minimal RDT secara merata. Jangan terpesona dengan status Boltim yang kini kosong dari Pasien positif, sebab kita belum melakukan pemeriksaan secara merata. Apa lagi akses transportasi dari dan ke Transmisi Lokal Covid-19 masih terbuka." Ungkapan nya.

Lain lagi dengan Ivan Paputungan, ia hadir sebagai ketua BPD buyat barat. Ia menyebutkan. Pemerintah tidak akan mampu menjamin bahwa warganya akan patuh di karantina ketika mereka yang hari ini dirantu akan pulang kampung.

"Kita faham benar karakter masyarakat kita. Dan khawatir mereka yang pulang kampung, apa lagi dari Transmisi Lokal dan daerah episentrum itu pulang dan tiba-tiba shalat ied bersama, lalu apakah kita berani menyuruh mereka untuk balik kerumah? Kan tidak mungkin." Tegasnya.

"Saya kira kita harus berlapang dada untuk menerima keputusan ini dengan shalat Ied dirumah masing-masing. Apa lagi sarana karantina yang disediakan oleh masing-masing desa belum memadai." Tegas ivan.
Ustdz Abdurahman Modeong, Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Eureng 7 Buyat Barat, mengatakan, ini adalah rukhzoh, kemudahan yang Allah berikan kepada kita. Dan harus juga di syukuri.

"Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dengan adanya Pandemi Corona Virus ini. Bahkan merupakan perintah agama untuk menjaga diri dari kemadaratan. Dan coba perhatikan hadist Nabi yang melarang umatnya mendekati Masjid, usai memakan bawang? Bawang yang tidak sampai mematikan saja kita diminta untuk menjauhi masjid. Lalu bagaimana dengan virus yang tidak kelihatan? Tentu lebih tidak dibolehkan lagi." Ungkapnya.

SURAT KEPUTUSAN BERSAMA ALUMNI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL KHAIR DAN IMAM MASJID, PEMERINTAH DESA, BPD TOKOH MASYARAKAT SE BUYAT BERSATU
TENTANG PELAKSANAAN SHALAT IED NOMOR; 02/SKB/05/2020

_Bismillahirrahmanirrahim_
Denganmengharap rahmat dan ridha Allah SWT. Berikut Keputusan Rapat Pengurus, Imam Masjid, Pemerintah Buyat Bersatu, BPD buyat Bersatu, Bersama Pengurus Alumni Pondok Pesantren Miftahul Khair,. Pada Hari Senin 18 Mey 2020 bertempat Masjid Al-Mujtahid Buyat satu, pkl 20.30 s/d 22.30 Wita TENTANG PELAKSANAAN SHALAT IED 1441 H

MENIMBANG
1. Desakan Masyarakat dan jama'ah untuk memberikan kepastian tentang pelaksanaan shalat ied.

2. Semakin dekatnya waktu pelaksanaan shalat ied.

3. Desa Buyat Bersatu adalah desa yang tidak dipisahkan oleh jarak yang jauh, masyarakat dimasing-masing desa hidup berdampingan, olehnya dipandang perlu mempunyai satu sikap yang sama untuk melakukan penangan dan langkah antisipasi Covid 19.

MEMPERHATIKAN
1. . Surat edaran kementrian agama nomor No 6 tahun 2020.

2. Keterangan Medis dari dr Marzuki Abdullah.

3. Tanggapan dan masukan peserta Rapat Bersama.

4. Jumlah Kaskus Covid-19 di Sulawesi Utara memperlihatkan tern kenaikan.

5. Pelaku perjalanan dari dan ke Transmisi Lokal Covid-19, tak bisa di terbendung.

6. Dilonggarkan nya psbb oleh pemerintah pusat yang dikhawatirkan akan berdampak pada  mudiknya masyarakat buyat bersatu dari perantauan.

7. Ruang isolasi dimasing-masing desa yang terbatas.

8. Karakter budaya masyarakat buyat bersatu saat lebaran berlangsung.

9.  Dalil Al-Qur'an
وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ 
_dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan,.. Al-Baqarah 195_ .


يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 
_Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. Al-Baqarah.185_


10. Qoidah Fiqih
لا حرام مع الضرورة ولا كراهة مع الحاجة
_Tidak ada kata haram dalam kondisi darurat dan tidak ada kata makruh ketika ada hajat_


اذا تعارض المفسدتان رعي اعظمهما ضررا بارتكاب اخفهما
_Ketika dihadapkan pada dua mafsadah (kerusakan) maka tinggalkanlah mafsadah yang lebih besar dengan mengerjakan yang lebih ringan_ .


درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
_Menolak mafsadah (kerusakan) didahulukan daripada mengambil manfaat_ .


تصرف الامام على الراعية منوط بالمصلحة
Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus berorientasi kepada kemaslahatan.


تغير الفتوى واختلافها بحسب تغير الأزمنة والأمكنة والاحوال والنيات والعواءىد
Fatwa berubah dan berbeda sesuai dengan perubahan zaman, tempat, niat, dan adat kebiasaan.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah


Maka dengan mengharap rahmat dan ridha Allah SWT.

MEMUTUSKAN
Ketentuan Hukum
1.  Shalat Idul Fitri disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang dikediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri (munfarid).

Ketentuan Pelaksanaan
1. Untuk Jama'ah Masid Buyat bersatu melaksanakan shalat Ied pada tahun ini dilaksanakan bersama Keluarga inti dirumah masing-masing.

2. Keputusan ini tidak akan berubah selama pemerintah tidak bisa menjamin 100% masyarakat boltim bersih dari Covid-19.

3. Apa bila dikemudian hari Pemerintah kabupaten Bolaangmongondow Timur mengeluarkan surat edaran yang berbeda dengan keputusan ini. Dengan tidak terpenuhi nya poin 2 di atas, maka sikap kami sebagaimana poin 1 di atas.
Demikian surat keputusan ini dibuat untuk di taati bersama demi menjaga kamaslahan beramsa.

Semoga Allah SWT menganugerahkan Rahmat-Nya kepada kita semua.

Yang bertanda tangan dibawa ini
Imam Masjid Buyat Bersatu

Disetujui oleh Pemerintah Buyat Bersatu