DAKWAH ADALAH CINTA

Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Kala Dakwah Mengajariku

Ketika dulu aku merasa lemah pada hidupku. Dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikanku sosok yang kuat

Kami Rohis BUKAN Teroris

Aksi aktivis Rohis (Rohani Islam) se BMR untuk penggalangan dana untuk aleppo di bundaran Paris Kotamobagu

Pimpinan Sidang Akhwat IP2M

Pada kegiatan mubes IP2M Novita, Aisyah dan Nazria terpilih menjadi pimpinan sidang di Kantor Camat Tutuyan

Pengurus IP2M 2018

Foto saat rapat pengurus IP2M 2018 di kantor camat Tutuyan

Friday, May 22, 2020

Pandemi Covid-19 Makin Menjadi; Riska Amalia Berbagi Bersama Anak Yatim

Pandemi Covid-19 Makin Menjadi; Riska Amalia Berbagi Bersama Anak Yatim

Seakan tak ada kunjungnya, semakin hari Corona Virus terus menelan korban, di Indonesia sendiri hingga hari ini korban positif terpapar Covid-19 telah mencapai 20.796 orang, meninggal 1.326 orang dan sembuh sebanyak 5.057 orang. Sulawesi Utara sendiri telah mencapai angkah 198 orang korban positif terpapar, 12 orang meninggal dan sembuh 31 orang.

Kejadian ini mengetuk hati setiap insan manusia untuk saling membantu, Riska Amalia Mokodompit, ketua umum IPPM bersama sejumlah kadernya pada hari Jumat 22 Mey 2020 menyalurkan bantuan sembako kepada Anak Yatim di dua kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow timur. 

Kecamatan Tutuyan dan Kecamatan Kotabunan menjadi titik pembagian sembako dan Masker untuk Anak-anak Yatim.

Riska menyebutkan, pembagian sembako untuk anak yatim ini sudah merupakan program tahunan IPPM. Menurutnya tahun-tahun sebelumnya IPPM sudah sering melakukan hal yang sama.

"Kader IPPM selalu dilatih dan dituntut untuk respect dengan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Mereka saudara kita dan kita berkewajiban untuk membantu. Program berbagi bersama anak-anak Yatim sudah merupakan program tahunan disetiap Ramadhan disetiap kepengurusan." Ungkaya.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada donatur sudah berdonasi dan turut menyukseskan program ini." Lanjut Chika, na panggilan akrabnya.

Monday, May 18, 2020

Empat Hari Lagi Iedul Fitri, Pemerintah Buyat Bersatu Kompak Memilih Shalat Ied Dirumah Saja


Covid 19 benar-benar merombak segala tatanan kehidupan umat manusia,. Bagaimana tidak, ramadhan yang identik dengan keramaian ibadah di masjid, kini dilalui dirumah saja.

Tak cukup dengan ibadah tarwih yang kini hanya di gelar di rumah masing-masing, shalat berjamaah lainnya termasuk shalat Jum'at pun terpaksa di tunaikan dirumah diganti dengan shalat Dzuhur. Tak terkecuali momen shalat iedul fitri juga ternyata harus dikerjakan bersama keluarga inti dirumah masing-masing.

Di inisiatif oleh para Ustdz yang terhimpun di Alumni Pondok Pesantren Miftahul, Pemerintah Buyat Bersatu, BPD dan tokoh masyarakat lain,  pada senin 18 Mey 2020 bertempat di Masjid Al-Mujtahid buyat satu, digelar dialog ilmiah untuk merumuskan kesepakatan bersama demi menghindari penyebaran Covid-19 dibuayat bersatu. Dalam pertemuan tersebut disepakati untuk pelaksanaan shalat ied tahun ini di alihkan dirumah masing-masing.

Ramadhan Mamange, S.Pdi yang merupakan Ketua PDPM Bolaangmongondow Timur ikut menjadi narasumber pada pertemuan tersebut.

"Jangankan shalat ied yang berkumpul ratusan orang itu, bahkan kita yang disini saja sudah saling curiga dan tidak merasakan kenyamanan sebab khawatir jangan-jangan di antara kita ada yang terinfeksi dan kita tidak tahu." ungkap Dadang.

"Apapun keputusan forum, sebagai masyarakat Buyat satu saya terima. Namun izinkan saya untuk shalat ied dirumah bersama keluarga inti. Langkah ini saya ambil berdasarkan putusan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah." Imbuhnya.

Sebelumnya dr. Marzuki Abdul, menyebutkan, selama tidak ada jaminan dari pemerintah berupa SWAB atau minimal RDT, sebaiknya shalat dirumah bersama keluarga inti saja.

"Dengan kelimuan saya, saya ingin mengatakan bahwa, tidak ada jaminan kita terbebas dari Covid-19 jika pemerintah tidak melakukan SWAB atau minimal RDT secara merata. Jangan terpesona dengan status Boltim yang kini kosong dari Pasien positif, sebab kita belum melakukan pemeriksaan secara merata. Apa lagi akses transportasi dari dan ke Transmisi Lokal Covid-19 masih terbuka." Ungkapan nya.

Lain lagi dengan Ivan Paputungan, ia hadir sebagai ketua BPD buyat barat. Ia menyebutkan. Pemerintah tidak akan mampu menjamin bahwa warganya akan patuh di karantina ketika mereka yang hari ini dirantu akan pulang kampung.

"Kita faham benar karakter masyarakat kita. Dan khawatir mereka yang pulang kampung, apa lagi dari Transmisi Lokal dan daerah episentrum itu pulang dan tiba-tiba shalat ied bersama, lalu apakah kita berani menyuruh mereka untuk balik kerumah? Kan tidak mungkin." Tegasnya.

"Saya kira kita harus berlapang dada untuk menerima keputusan ini dengan shalat Ied dirumah masing-masing. Apa lagi sarana karantina yang disediakan oleh masing-masing desa belum memadai." Tegas ivan.
Ustdz Abdurahman Modeong, Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Eureng 7 Buyat Barat, mengatakan, ini adalah rukhzoh, kemudahan yang Allah berikan kepada kita. Dan harus juga di syukuri.

"Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dengan adanya Pandemi Corona Virus ini. Bahkan merupakan perintah agama untuk menjaga diri dari kemadaratan. Dan coba perhatikan hadist Nabi yang melarang umatnya mendekati Masjid, usai memakan bawang? Bawang yang tidak sampai mematikan saja kita diminta untuk menjauhi masjid. Lalu bagaimana dengan virus yang tidak kelihatan? Tentu lebih tidak dibolehkan lagi." Ungkapnya.

SURAT KEPUTUSAN BERSAMA ALUMNI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL KHAIR DAN IMAM MASJID, PEMERINTAH DESA, BPD TOKOH MASYARAKAT SE BUYAT BERSATU
TENTANG PELAKSANAAN SHALAT IED NOMOR; 02/SKB/05/2020

_Bismillahirrahmanirrahim_
Denganmengharap rahmat dan ridha Allah SWT. Berikut Keputusan Rapat Pengurus, Imam Masjid, Pemerintah Buyat Bersatu, BPD buyat Bersatu, Bersama Pengurus Alumni Pondok Pesantren Miftahul Khair,. Pada Hari Senin 18 Mey 2020 bertempat Masjid Al-Mujtahid Buyat satu, pkl 20.30 s/d 22.30 Wita TENTANG PELAKSANAAN SHALAT IED 1441 H

MENIMBANG
1. Desakan Masyarakat dan jama'ah untuk memberikan kepastian tentang pelaksanaan shalat ied.

2. Semakin dekatnya waktu pelaksanaan shalat ied.

3. Desa Buyat Bersatu adalah desa yang tidak dipisahkan oleh jarak yang jauh, masyarakat dimasing-masing desa hidup berdampingan, olehnya dipandang perlu mempunyai satu sikap yang sama untuk melakukan penangan dan langkah antisipasi Covid 19.

MEMPERHATIKAN
1. . Surat edaran kementrian agama nomor No 6 tahun 2020.

2. Keterangan Medis dari dr Marzuki Abdullah.

3. Tanggapan dan masukan peserta Rapat Bersama.

4. Jumlah Kaskus Covid-19 di Sulawesi Utara memperlihatkan tern kenaikan.

5. Pelaku perjalanan dari dan ke Transmisi Lokal Covid-19, tak bisa di terbendung.

6. Dilonggarkan nya psbb oleh pemerintah pusat yang dikhawatirkan akan berdampak pada  mudiknya masyarakat buyat bersatu dari perantauan.

7. Ruang isolasi dimasing-masing desa yang terbatas.

8. Karakter budaya masyarakat buyat bersatu saat lebaran berlangsung.

9.  Dalil Al-Qur'an
وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ 
_dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan,.. Al-Baqarah 195_ .


يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 
_Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. Al-Baqarah.185_


10. Qoidah Fiqih
لا حرام مع الضرورة ولا كراهة مع الحاجة
_Tidak ada kata haram dalam kondisi darurat dan tidak ada kata makruh ketika ada hajat_


اذا تعارض المفسدتان رعي اعظمهما ضررا بارتكاب اخفهما
_Ketika dihadapkan pada dua mafsadah (kerusakan) maka tinggalkanlah mafsadah yang lebih besar dengan mengerjakan yang lebih ringan_ .


درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
_Menolak mafsadah (kerusakan) didahulukan daripada mengambil manfaat_ .


تصرف الامام على الراعية منوط بالمصلحة
Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus berorientasi kepada kemaslahatan.


تغير الفتوى واختلافها بحسب تغير الأزمنة والأمكنة والاحوال والنيات والعواءىد
Fatwa berubah dan berbeda sesuai dengan perubahan zaman, tempat, niat, dan adat kebiasaan.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah


Maka dengan mengharap rahmat dan ridha Allah SWT.

MEMUTUSKAN
Ketentuan Hukum
1.  Shalat Idul Fitri disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang dikediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri (munfarid).

Ketentuan Pelaksanaan
1. Untuk Jama'ah Masid Buyat bersatu melaksanakan shalat Ied pada tahun ini dilaksanakan bersama Keluarga inti dirumah masing-masing.

2. Keputusan ini tidak akan berubah selama pemerintah tidak bisa menjamin 100% masyarakat boltim bersih dari Covid-19.

3. Apa bila dikemudian hari Pemerintah kabupaten Bolaangmongondow Timur mengeluarkan surat edaran yang berbeda dengan keputusan ini. Dengan tidak terpenuhi nya poin 2 di atas, maka sikap kami sebagaimana poin 1 di atas.
Demikian surat keputusan ini dibuat untuk di taati bersama demi menjaga kamaslahan beramsa.

Semoga Allah SWT menganugerahkan Rahmat-Nya kepada kita semua.

Yang bertanda tangan dibawa ini
Imam Masjid Buyat Bersatu

Disetujui oleh Pemerintah Buyat Bersatu

Monday, May 11, 2020

Pandemi Penghalang Rezeki, Apa Kata Q.S. At-Thalaq: 3?




 
Ujian, musibah, bala, bahagia akan selalu mengiringi kehidupan umat manusia, Allah SWT berfirman dalam kitab sucinya.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35).

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Q.S. Al-Baqarah, 115.

Ibnu Katsir mengatakan, terkadang Allah SWT memberikan ujian berupa kebahagiaan dan terkadang Dia memberikan ujian berupa kesusahan, seperti rasa takut dan kelaparan, sebagaimana Allah berfirman:
فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ
karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Q.S. An-Hahl:112.

Rasa lapar akan memperlihatkan kepribadian seseorang, apakah ia sabar atau tidak. Itu sebabnya saat mengomentari ayat dia atas (Q.S. An-Hahl:112) Ibnu Katsir mengatakan, Ujian pada orang yang sedang dalam keadaan lapar dan takut akan sangat terlihat jelas. oleh karena itu Dia berfirman, "Pakaian kelaparan dan ketakutan". Ini akan sangat memperlihatkan kepribadian dan tampilan seseorang.

Pandemi Covid 19 ini merupakan ujian yang sangat berat bagi umat manusia dewasa ini. Dampaknya terhadap kehidupan umat manusia begitu terasa. Tidak hanya berdampak pada aktivitas sosial manusia semata, namun merembet ke segala hal, termasuk pada perekonomian banyak negara.
Hal ini memicu ketakutan kepada setiap anak bangsa, para ekonom memperkirakan negara tidak akan sanggup bertahan lama sebab dampak CoronaVirus dan hal-hal lain yang mempengaruhi nya.
Dikutip dari INDUSTRY.co.id -  Ekonom senior, Rizal Ramli, memperkirakan kondisi perekonomian Indonesia akan anjlok pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini 2020. Hal itu tidak hanya dipicu dari dampak virus corona, akan tetapi ekonomi Indonesia sudah bermasalah karena pengaruh bubble economy. Menurutnya, Gelembung makro ekonomi, gagal bayar, anjloknya daya beli, kehadiran bisnis digital, dan penurunan pendapatan petani.

Lesunya ekonomi akibat dampak Corona Virus tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar, bahkan yang paling merasakan dampak buruknya adalah pedagang kaki lima dan pedagang yang ada di emperan toko.

Semua ini menjadikan setiap orang merasa was-was dan takut tidak bisa bertahan hidup. Ini pun menjadi pemicu konflik sosial di masyarakat bawa. Apa lagi mereka yang hidup di perkotaan yang hidupnya tidak punya kepastian. Namun sebagai umat yang beriman kepada Allah SWT, kita punya konsep hidup yang berbeda dengan yang lain.

1. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan kita.

Allah Ta’ala berfirman,
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286)

2. Melipatgandakan kesabaran. Sebab berkeluh kesah dengan keadaan tidak akan merubah kenyataan hari ini. Yang harus kita lakukan adalah bersabar dengan ketentuan yang telah Allah SWT atur untuk kita umatnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ عجب. مَا يَقْضِي اللهُ لَهُ مِنْ قَضَاءٍ إِلاَ كَانَ خَيْرًا لَهُ, إِِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan  keadaan seorang mukmin. Segala keadaan yang dialaminya sangat menakjubkan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah bagi dirinya merupakan kebaikan. Apabila dia mengalami kebaikan, dia bersyukur, dan hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa keburukan, maka dia bersabar dan hal itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim no.2999, dari sahabat Shuhaib)
Ketika Allah SWT menyebutkan
 وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, Allah melanjutkan dengan
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Coba perhatikan ayat selanjutnya, mereka yang disifati di ayat di atas, disebutkan sebagai orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah dan orang-orang yang mendapatkan petunjuk.
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ
Artinya: Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Q.S.Al-Baqarah Ayat 157.

Mengenai ayat di atas, disebutkan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, Amirul Mukminin 'Umar bin Khattab ra, mengatakan, "Alangkah nikamatnya dua imbalan itu, dan betapa menyenangkan (anugerah) tambahan itu."

Dua tambahan itu adalah keberkahan yang sempurna dan Rahmat dari tuhannya. Sedangkan kalimat وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ/ dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk, Merupakan bonus atau tambahannya.

Orang yang sabar terhadap suatu kondisi yang tidak diinginkan akan mendapatkan tiga hal, yang pertama, "keberkahan yang sempurna", kedua, "Rahmat dari Allah SWT", dan yang ketiga adalah  mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Dalam keadaan seperti ini kita sangat berharap mendapatkan ketiga hal itu sekaligus, dan cara yang tepat mendapatkan nya adalah dengan melipatgandakan kesabaran kita terhadap keadaan ini.
3. Tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dengan bekal takwa kepada Allah; melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan-nya, akan membuat kita semakin mudah mendapatkan jalan keluar dari persoalan hidup ini. Bahkan ketakutan kita akan sulit nya reziki di jawab langsung oleh Allah dengan reziki dari arah yang tidak pernah kita duga.

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. At-Thalaq Ayat 2.
Pada ayat ke tiga, Allah SWT memberikan jaminan kemudahan reziki dari arah yang tidak pernah kita duga.
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. At-ThalaqAyat 3.

Ibnu Katsir mengomentari ayat ini dengan mengatakan, "yakni barangsiapa bertakwa kepada Allah SWT terhadap perintah dan larangan-Nya, niscaya Allah SWT akan memberi nya jalan keluar bagi urusan nya, dan menganugerahkan rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni tidak pernah terlintas di benaknya.

Imam Nawawi al-Bantani dalam tafsirnya, Marahul Labid jilid satu halaman 536 di alinea kedua menyebutkan, اي من وجه لا يخطر بباله،  
yakni dari arah yang tidak pernah terpikir dalam pikirannya.

4. Tingkatkan Tawakal kita kepada Allah SWT. Tidak ada yang terjadi di dunia ini kecuali sudah menjadi ketentuan Nya sejak di ajali. Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram."

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. At-ThalaqAyat 3.

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma, ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.
Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering." [HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata Hadis ini Hasan Shahih.

Imam Nawawi al-Bantani mengomentari ayat وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ menyebutkan dalam tafsirnya Marahul Labid,
اي ومن يثق بالله فيما ناله فهو كافيه في جميع أموره
Yakni, barangsiapa yang percaya kepada Allah pada urusan yang telah Allah jamin (akan berikan padanya), maka Allah akan mencukupi dalam semua urusannya hidupnya.

Yakinlah bahwa Allah SWT akan memberikan jalan keluarnya dari setiap masalah yang dihadapi umat manusia. Yang harus kita lakukan adalah melakukan proses dan tahapan nya, baik itu berupa ikhtiar duniawi maupun ikhtiar ukhrawi.

By; Ustadz, Sofyan Atsauri Modeong