Wednesday, March 9, 2016

Dosamu Jangan Menghalangimu Dalam Beristiqamah



“Jika kamu terlanjur berbuat dosa, maka jangan dijadikan alasan untuk berputus asa dalam menggapai istiqamah dengan tuhanmu, karena dosamu mungkin saja sebagai dosa terakhir yang ditaqdirkan kepadamu”.

Hawa nafsu itu selalu saja mengajak untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat; bahkan cenderung pada kemudaratan. Rasa malas untuk bertaubat dan beramal taat merupakan pekerjaan hawa nafsu. Oleh karena itu bagi penempuh jalan Allah hendaknya nafsu dilemahkan dan ajakkannya tidak perlu dihiraukan.

Jika suatu ketika engkau malas beribadah karena banyak dosa, maka segeralah singkirkan perasaan itu. Sesungguhnya hal itu adalah pekerjaan nafsu.

Segeralah kembali pada cara berpikir yang benar, bahwa semua hamba di dunia ini hina dan pernah melakukan pelanggaran hukum Allah, apakah pelanggaran itu besar atau kecil. Kesalahan jangan lalu dijadikan alasan berputus asa dalam mengharap rahmat Allah dan beristiqamah dalam beribadah.

Sadarilah bahwa hidup ini pasti menemui tantangan-tantangan , ujian, dan penghalang. Karena sebenarnya hidup adalah tantangan.  “Tidak perlu aku bersumpah dengan tanah (dinegeri yang suci) ini, dan dengan bapak dan anaknya (yang silih berganti), sesungguhnya manusia dijadikan selalu menghadapi tantangan.” QS. Al-Balad 1-4.

Sehubungan dengan hal itu orang arif berkata, “Sebenarnya manusia diciptakan Tuhan semata-mata untuk sesuatu makna (keadaan), yaitu selalu menghadapi tantangan. Tanpa tantangan, hidup manusia tidak akan mempunyai makna sama sekali.”.

Oleh karena itu engkau harus teguh hati dan istiqamah. Agar memiliki keteguhan hati, maka engkau perlu menempuh hidup dengan cara memakmurkan dunia ini serta menyukuri nikamat Allah. Cara ialah dengan beramal taat, disamping berikhtiar.

Teguh hati atau istiqamah merupakan perintah Allah. Rasulullah saw. pernah menerima ayat yang berkenan dengan istiqamah. Beliau saw. Merenung begitu lama untuk menyelami makna wahyu yang diterimanya. Sampai-sampai para sahabat berkata, “Baru sekarang ini Rasulullah tampak cepat sekali umurnya.” Rasulullah menggapai, “Aku menjadi tua dan beruban dikepala karena memikirkan ayat dalam surat Hud (ayat tentang istiqamah).”

Selain itu dalam surat lain Allah juga berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian, maka malaikat turun kepada mereka seraya berkata, ‘janganlah kamu merasa khawatir dan jangan bersedih, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu,” QS. Fushilat 30-32.

Maka mulailah dirimu dengan istiqamah dalam menempuh jalan menuju Allah. Karena balasan orang yang istiqamah adalah malaikat akan turun membuka jalan pikiranmu dan menjauhkanmu dari rasa takut, sehingga engkau bertekad bulat dalam menempuh kebenaran sejati.selanjutnya engkau akan merasakan betapa langkahmu menjadi teratur dan tidak membabi buta, serta tidak terseret oleh godaan nafsu.

                Oleh karena itu, janganlah dosamu menghalangimu untuk bertaubat dan beramal taat. Justru dengan dosa itu engkau akan tahu akan kehinaan dan keburukanmu. Lalu engkau berusaha untuk memperbaiki dosamu adalah karunia Allah. Maksudnya, dosamu adalah dosa terakkhir, setelah itu engkau mendapat perlindungan dari-Nya menjadi orang makrifat.
Maroji: Kitab Al-Hikam

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment