Wednesday, May 4, 2016

Akan indah pada Waktunya


Bay, Nazria Modeong
Kabid Kaderisasi IPMB:


Hidup memang sulit. Hidup memang butuh kerja keras dan perjuangan. Andaikan hidup ini mudah, tak perlu rasanya rasul meneladankan perjuangan yang begitu susahnya. Andaikan hidup semudah membalikkan telapak tangan, lalu untuk apa Tuhan menasehatkan kesabaran pada manusia?
Hidup memang susah, tapi bukan berarti tak bisa. Sukses kadang baru dicapai dengan darah dan air mata. Itulah kenapa orang sukses jadi kaum minoritas, karena kebanyakan orang tak cukup mampu bertahan dalam ujian dan tantangan. Padahal, ujian dan tantangan itulah yang membuat kesuksesanmu nantinya terasa lebih mengesankan.
Sulitnya hidup adalah jalan Tuhan untuk mengasah potensi yang ada dalam diri manusia. Bukankah untuk menjadi pedang yang tajam sepotong besi harus rela dibakar dan dipukul berkali-kali?
Bukankah untuk menghasilkan mutiara seekor kerang harus rela Menahan sakit  yang berkepanjangan oleh karena pasir yang mengendap ditubuhnya?
Bukankah untuk menjadi rajawali seekor elang harus rela menjalani proses tranformasi yang sangat menyakitkan selama berbulan-bulan? Bukankah untuk menjadi kupu-kupu yang indah seekor ulat harus rela menjalani proses menjadi kepompong yang menyiksa?
Jalan hidup dari Tuhan memang terkadang sukar dipahami dengan pikiran manusia yang terbatas. Kuasa Tuhan tiada batas, sementara pikiran manusia sangat terbatas. Tuhan Mahatahu, namun manusia sering kali merasa sok tahu.
Setiap hari kita merengek meminta segala hal, tetapi giliran Tuhan hendak mengabulkan permintaan kita, kita justru menangis. Kita justru menyalahkan Tuhan. Kita meminta rezeki, giliran Tuhan mendatangkan sumber rezeki, kita bersedih.
Sering kali kita meminta kekuatan, giliran Tuhan mengirim masalah, kita putus harapan. Kita meminta kemuliaan, giliran Tuhan mengirim ujian, kita bilang Tuhan tidak adil. Kita meminta kebahagiaan, giliran Tuhan mengirim orang yang butuh kita bantu, kita malah mengeluh. Padahal, masalah adalah jalan Tuhan agar kita diberi kekuatan. Padahal ujian adalah cara Tuhan agar kita meraih kemuliaan. Badahal membatu orang lain adalah cara terbaik untuk meraih kebahagiaan.
Ya, benarlah kalimat bijak yang mengungkapkan, kita meminta pada Tuhan setangkai bungah segar, Dia memberi kita kaktus jelek dan berduri. Kita meminta pada Tuhan kupu-kupu, Dia memberi kita ulat berbulu. Kita kecewa, kecewa, dan sedih.
Namun, beberapa hari kemudian, kaktus itu berbungah indah sekali. Beberapa hari kemudian, ulat itu menjelama manjadi kupu-kupu yang cantik sekali. Itulah jalan Tuhan selalu indah pada waktunya.


Disalin dari Buku “Don’t Cry! Allah Loves You” karangan Ahmad Rifa’i Rif’an
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment