Monday, May 9, 2016

Jalan Tuhan untuk Menghebatkan


Bay, Nurnila S. Lobangon:
Terkadang, jalan Tuhan adalah suatu misteri bagi kita. Dangkalnya otak kita tak menjangkau apa rahasia yang hendak Allah hadirkan terhadap jalan hidup yang kita jalan. Kita tak bisa menalar apa maksud Tuhan mengarahkan jalan hidup kita seperti yang kita alami saat ini.
Kisa Nabi Yusuf adalah salah satu contohnya. Sebagai anak kesayangan ayahnya, Yusuf kecil yang penuh keistimewaan tentu tak pernah mengira bahwa ia akan dibuang oleh saudara-saudara kandungnya sendiri.
Namun siap sangka, berkat pembuangan itu Yusuf justru menemukan takdir baiknya.  Ia akhirnya dibawa disebuah kerajaan, dan beberapa tahun kemudian  ia mengalami beberapa cobaan yang berat.
Dirayu oleh imro’atul ‘aziz  yang terkenal dengan nama Zulaiha. Menang melawan nafsuhnya, Yusuf pun harus rela memasuki penjara kerajaan. Karena jasanya yang berhasil menafsirkan mimpi, ia pun keluar dari penjara. Hingga pada akhirnya ia dipercaya menjadi pejabat  kerajaan.
Yusuf mungkin dulu bertanya-tanya, mengapa Allah menakdirkan jalan hidup berliku sebagaimana yang ia alami. Yusuf mungkin tak tahu, bahwa beragam liku kehidupan yang dilaminya itulah cara Tuhan untuk menghebatkan masa depannya. Ia mungkin bertanya-tanya mengapa Tuhan mengizinkan semua itu terjadi pada hidupnya.
Setelah berhasil menyelamatkan bangsanya dari kelaparan, barulah ia mengerti bagaimana tuhan memiliki rencana besar untuk mendatangkan kebaikan melalui berbagai kesulitan yang ia alami. Dengan berbagai kesulitan itu Yusuf pun dibentuk agar dapat menerima tanggung jawab yang besar dan memiliki jiwa pemaaf, sehingga ia tetap mengasihi saudara yang dulu menyakitinya.
Saudaraku mungkin kini engkau mengalami salah satu beberapa masalah seperti Yusuf. Yakinlah, bahwa Tuhan (Allah)  sedang membentuk hidupmu.

Jangan katakan Tuhan tak adil. Karena Tuhan Mahaadil pada seluruh makhluk-Nya, hanya saja kita tak paham bahwa terkadang Tuhan memberi beragam masalah untuk menguatkan kita. Kita tak paham bahwa terkadang Tuhan memberi “ulat” bukan “kupu-kupu”. Setiap keadaan dapat dijadikan Tuhan sebagai jalan untuk mendatangkan kebahagiaan pada diri manusia.


Disalin dari Buku “Don’t Cry! Allah Loves You” karangan Ahmad Rifa’i Rif’an
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment