Sunday, January 14, 2018

Tetap Bertahan atau Tergantikan


Bismillah hirahman nirahim

Ikhwah Fillah....
Tidak terasa dakwah telah membawa kita sejauh ini. Dalam ceritanya ada yang sudah berjatuhan,  pergi tanpa pamit padahal mereka dulu adalah orang-orang yang begitu kuat membersamai dakwah. Namun proses seleksi pun terjadi, waktu kemudian membuktikan siapa yang paling kuat bertahan. Bukan seberapa lama kita bersama dakwah. Tapi seberapa kuat kita bertahan menghadapi ujian demi ujian yang siap menghempas kita dari perahu dakwah ini. Terkadang muncul dibenak orang semacam ini, “kalau saya tidak ada di sana pasti dakwah itu akan karam dalam lautan sejarah.” Tapi janji Allah lain juga. Bahwa tanpa kita dakwah akan terus berjalan. Sebab ia adalah kehendak Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maaidah: 54)

Ibnu Katsir mengatakan, “man yartadda minkum ‘an diinihi”/ barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya” adalah mereka orang yang berpaling dari menolong agama-Nya dan menegakkan syariah-Nya. Diterangkan pula oleh beliau, orang tersebut kembali dari kebenaran kepada kebatilan.

Jika kita sedikit melihat kebelakang, kita akan temukan suatu fakta, dimana mereka yang diduga akan bertahan bersama dakwah sampai pada masa kejayaannya, ternyata duluan terhempas. Sementara mereka yang tak pernah diperhitungkan, bahkan tak pernah diduga justru perlahan namun pasti kini mereka tengah mempersembahkan yang terbaik bagi dakwah. Dan dengan cepat Allah mengganti mereka yang telah berbalik arah itu dengan generasi terbaik pilihannya. Insya Allah Antum generasi itu.

Begitulah dinamika dakwah. Terkadang musu jusru datang bertamu dan mencari cahaya dakwah. Dalam sejarah dakwah nabi Muhammad misalnya, kita melihat sosok umar bin khotab yang begitu membenci Rasulullah, namun di akhir cerita kebenciannya itu, justru berubah menjadi cinta yang sangat. Bahkan umar justru menjadi satu-satunya sahabat yang hilang kendali saat Rasulullah wafat. Sampai ia mengatakan, “siapa yang mengatakan Muhammad sudah meninggal, maka akan ku tebas lehernya dengan pedangku.”
Disisi lain juga kita temukan dimana ada sekelompok orang yang memperlihatkan keislamanya dengan baik dihadapan Rasulullah dan kaum muslimin, namun ternyanta mereka adalah srigala berbulu domba; munafik. Semisal Ubai bin kholaf bin Salul.

Dalam perjalanan dakwah ini, juga tak jarang hal serupa terjadi. Bahkan dakwah ini tak diduga memasuki rumah orang-orang yang dulu kurang begitu suka terhadapnya. Dakwah ini menjadi cahaya yang menerangi kegelapan yang selama ini menyelimuti. Namun disisi lain juga mereka yang dulu bersama dengan kita justru menghina dan mencaci. Begitulah dinamika dakwah. Antum tidak perlu heran. Sebab begitulah sunah tullah. Akan ada seleksi alam yang akan memperlihatkan siapa kita pada akhir cerita kehidupan kita. Akankah kita menjadi orang yang tetap bersama dakwah sampai ajal menjemput. Atau justru kita akan balik menyerangnya dikemudian hari. Wallahu ‘alam.

Ikhwah fillah, mari menulis sejarah kita. Disini kita belajar mengukir cerita kita. Sadar atau tidak, setiap generasi punya cerita. Betapa sering kita mendengar cerita orang-orang terdahulu dengan berbagai macam ceritanya.

Muhammad Alfatih misalnya, ia adalah sank penakluk Konstantinopel. Di usia ke 16 tahun memimpin kerajaan besar, dan sank raja kecil ini pun diragukan kemampuannya, tak tanggung-tanggung bahkan keluaraganya sendiri yang semestinya menjadi tumpuan tatkala dirundung masalah justru berada di barisan orang-orang yang ragu atas kemampuannya.

Sebelumnya kerajaan itu memang  sudah pernah ia kembalikan kepada sang ayah, namun dikemudian hari  kembali diserahkan kepadanya.

Ikhwah fillah, dengan tekad yang kuat yang berangkat dari semangat nubuat, sebagaimana sebua hadist menyebutkan;
Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu“. H.R, Imam Ahmad

Pesan nabi ini membuat ia terus belajar dan berlatih. Tak peduli dengan ucapan orang, yang terpenting selesaikan misi dakwah yang diemban.

700 tahun sebelumnya sudah menjadi nubuat bahwa nabi telah menjanjikan akan ada panglima perang terbaik yang akan menaklukkan konstantinopel. Dan Muhammad Alfatih kecil, terus meneguhkan diri sebagai penakluk itu. Dan mimpi itu pun tertunaikan menjadi sebuah kenyataan. Hingga pada akhirnya dunia pun mengenangnya dengan cerita heroik yang selalu menjadi cerita inspirasi bagi setiap generasi islam.

Buatlah sejarahmu ikhwah. Agar oaring tahu dikemudian hari antum pernah hidup. Dari setiap orang yang terinspirasi dari cerita antum itu akan menjadi amal jariah buat deposito pahala antum nanti.

Maka semestinya kita juga mampu melakukan hal besar untuk menjadi cerita kebanggaan generasi sesudah kita nanti.

Ikhwah, jika ada yang tidak suka dengan dakwah ini, maka tidak usah bingung. Hal pertama yang mesti kita lakukan adalah mengintropeksi diri, melakukan muhasabah yang dalam dan panjang. Lakukan perbaikan sikap, jangan-jangan ada yang salah dengan cara kita.

Mungkin niat kita sudah baik, namun cara kita mungkin yang belum tepat.
Yang kedua memohonlah kepada Allah untuk memberi kita kekuatan untuk bersabar dengan ujian itu.

Dan yang ketiga, ajaklah mereka berdialog dengan cara yang paling ahsan/baik. Itu jika memungkinkan. Jika tidak, maka hindari perdebatan. sebab itu cara yang lebih baik.
Setiap zaman ada pembaharunya ....
sebaik-baik ucapan-ucapan, adalah ajakan kepada Allah
Sebaik-baik kawan adalah ia yang selalu mengingatkan kita pada kebaikan...
Sebaik-baik perkumpulan, adalah disebut nama Allah disana....
Teruslah bergerak. Keluarlah dari kebiasaan agar antum menjadi luar biasa...
Sesunggunya orang tangguh bukanlah ia yang jadi secara kebetulan. Melainkan hasil tempaan hidup yang sulit dan pahit.

Hidup harus dirancang. Masa depan harus di desain, jiwa mu harus dilatih. Dilatih agar kuat, dilatih agar pekah. Jangan biarkan nalurimu mati. Sebab kematian naluri akan membuatmu lemah dan tak berdaya.

Dakwah adalah solusi, ia memanusiakan manusia, memuliakan yang hinah, meruba hamba menjadi raja. Dakwah adalah cinta, dan cinta sebagaima digambarkan oleha Riyadus Shalihin Emka dalam bukunya Lathzan ya Habibi, “Cinta mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi istana, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin.” Maka berdakwahlah dengan cinta.

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment