Sunday, November 18, 2018

Haruskah aku menjaga Jodoh orang lain?


Kau tahu bagaimana rasanya disakiti? 
Bagaimana rasanya dikecewakan?
Bagaimana rasanya dikhianati?

"Jika kau tahu itu, maka begitulah yang kurasakan"

Mungkin pertanyaan itulah yang akan keluar dari mulut seseorang yang hanya manjaga jodoh orang lain. 

Lantas apa yang membuat mereka terlalu kecewa hingga berujung pada trauma akan hal itu? , Pengharapan dengan cara yang salah, itulah jawaban yang tepat bagi mereka yang salah mengartikan sebuah cinta.

Pengharan..
terlalu berharap jika ia yang diharapkan sudah tentu jodoh yang Allah hadirkan. Hingga pengharapan yang semestinya diberikan pada Allah. Semua diserahkan hanya pada mahluk-Nya. Kini hati berpaling pada-Nya, padahal apa yang telah Allah berikan sudah lebih dari cukup. Lalu masih berharap, mengantungkan semuanya pada dia yang belum tentu jodoh yang Allah titipkan untuk kita.

“Dan hanya kepada Tuhanmulah inginnya kamu berharap.” (QS Alam Nasyrah (94): 8)

“Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan mengatakan: 'Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah, '(tentulah yang sama itu lebih baik bagi mereka). ”(QS At-Taubah (9): 9)

Boleh kita melatih untuk selalu berusaha penuh akan menanti karunia dan rahmat Allah. Kita tidak bisa putus asa dari rahmat dan karunia-Nya. Dan benar apa yang Anda katakan bahwa Allah menyuruh kita untuk terus berdoa kepada-Nya dan lakukan atas perintah kita kepada-Nya. 

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak menerima doa dari hati yang kosong dan lalai. ”

Tapi ingat Allah Maha pencemburu lebih dari rasa cemburu yang Allah berikan pada hamba-Nya. Maka pengharapan dan rasa cinta itu harus utuh hanya pada Allah. Jangan terbuai dengan mahluk-Nya yang semata mata dia juga hanya insan yang masih menggarapkan Cinta-Nya Allah.

Lalu, bagaimana agar pengharapan itu hanya pada Allah. Jawabannya hanya satu, "kenali Cinta-Nya Allah" maka kau akan mengenal bagaimana Cinta yang sebenarnya. Ketika setiap detik Allah tak pernah absen dalam hal cinta buat Hamba-nya.

Dan yang selanjutnya, Cara yang salah.
Banyak yang salah mengartikan ketika membahas yang namanya Cinta, ada yang menerjemahkan Cinta dan mengabungkan dengan kata islami/syari', apa itu?  Pacaran Islami atau Pacaran sesuai syari'. Hmmm...
Seringkah kita mendengar kata-kata yang dilontarkan bagi mereka yang menjalin hubungan yang salah itu, seperti, "Apa salahnya aku pacaran? Lagian dengan cara ini lebih membuatku menjadi orang yang baik, karena sesuai tuntunan islam." , tak perlu diajak berdebat, sampaikan saja apa yang Allah katakan.

Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً   ۗ  وَسَآءَ سَبِيْلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32).

Dalam tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.

Haruskan kita menjaganya dengan berbalutkan dosa zina? Menjaganya dalam kehinaan.
Jangan terlalu berlarut larut dalam pengharapan yang salah dan cinta yang salah, karena Allah sudah simpan yang terbaik buat kita dan Allah sesuaikan dengan tingkat keimanan kita pula.

Jika ternyata sudah terlanjur dalam kemaksiatan maka siap siaplah untuk kecewa, karena yang kita jaga belum tentu jodoh kita.
Allah Rindu akan Cintamu pada-Nya.
Maka minta ampunan pada Allah. 

Allah Maha pengampun tapi jangan salah artikan ampunan dari Allah karena azab Allah itu pasti dan pedih. Lihat kembali dalam surah - surah sebelumnya.

Belajarlah untuk mencintai dalam Diam namun terus memperbaiki diri dalam keta'atan pada Allah. Hingga Allah benar - benar hadirkan yang terbaik.

Sesungguhnya cinta yang sebenarnya adalah Cinta yang hadir dari Sang Pemberi Cinta. Cinta-Nya lebih luas dari semesta alam yang Ia Ciptakan. Menjadikan Cinta untuk tetap ta'at Pada-Nya , hadir dari Kerajaan Cinta yang Megah. Sang Maha Cinta yang tak akan pernah pudar. Hingga kekal Abadi dalam Syurga-Nya yang penuh dengan rasa Cinta.


Tulisan : Fikriansyah Modeong

Kembali dengan Niat yang lurus. 



luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment