Wednesday, November 21, 2018

Jemput Hidayahmu


Assalamualaikum. Wr. Wb.

Selamat pagi sahabat Muslim Muslimah yang Allah cintai. Izinkan saya untuk sedikit mengetuk hati yang saat ini masih terselimuti awan maksyiat, masih asyik dengan noda dan dosa. Semoga sepenggal tulisan ini menjadi wasilah dirimu kembali kepada Allah yang merindukanmu. Amin

Sahabatku yang Allah rindukan
Allah maha penerima taubat. Sebesar apapun dosa yang kita perbuat selama belum berada didetik-detik sakaratul maut dan terbitnya mahari dari arah barat, pasti Allah akan menerima taubat orang-orang yang bertaubat.

Jangan terlalu lama dalam dosa, sebab mukmin yang cerdas adalah menyegerakan taubat tatkala ia sadari bahwa ia telah berbuat dosa.
Hidayah jangan ditunggu sebab hidayah itu harus di jemput. Salah satu sarana yang Allah berikan adalah Ilmu. Menuntut ilmu adalah jalan yang tepat untuk menjemput hidayah.

Hidayah adalah dorongan yang kuat untuk melakukan segala perintah dan menjauhi larangan. Ia adalah pemberian Allah swt. kepada hambah-Nya yang Dia kehendaki.

Allah sangat senang dengan orang-orang yang menuntut Ilmu, bahkan ada banyak hadits yang menjelaskan keutamaan menuntut ilmu. Mulai dari langkahan kakinya menggugurkan dosa, semua makhluk yang tersinari matahari membacakan istigfar buat dia, sampai duduknya dimajelis ilmu yang tidak menulis masih jauh lebih utama dari pada solat sunah 1000 rakaat.

Semua itu adalah alasan bagi Allah untuk memberikan kita hidayah. Sehingga apa yang awalnya terasa sulit untuk kita amalkan akan menjadi mudah. Sebab Allah telah membuka hati kita untuk melaksanakan perintah-Nya.

Ingatlah sobat. Ajal tidak menunggu kita menjadi baik baru ia datang menjemput kita. ia akan datang jika telah tiba waktunya. Persoalannya adalah bagaimana jika waktunya tiba sementara kita lagi bergelimang noda dan dosa?

Hakikat kehidupan adalah perjalanan. Dan kita adalah musafir (orang yang melakukan perjalanan). Setiap pengembara pasti selalu menyediakan perbekalan untuk memastikan dia aman dan akan sampai ditujuan. Kita telah mengembara dari alam ruh, alam Rahim, dunia dan sebentar lagi menuju alam kubur yang gelamnya tiada tara. Alam kubur menjadi alam penentu dimana kita akan di tempatkan nanti diakhirat. Apakah di surga atau dineraka jahanam.

Sebelum kesurga atau neraka, kita akan dihadapkan dengan soalan malaikat mungkar dan nakir di alam kubur.

Di alam kubur menunggu tiba datangnya hari kiamat dimana semua akan hancur lebur dan kemudian di bangkitkan lagi di padang masyar.
Dipadang masyar nanti akan ada timbangan (mizan) untuk menakar amal perbuatna kita. Mizan adalah bukti keadilan Allah. Dimana tidak ada yang dizalimi. Semua yang kita terima adalah akibat dari perbuatan kita di dunia. Jika baik, maka, baik pula yang kita terima. Demikan juga jika buruk yang kita perbuat didunia, maka kesengsaraan juga yang kita peroleh di akhirat.

Allah maha Adil. Apa yang kita perbuat didunia menentukan posisi kita di akhirat nanti. Luangkan waktu untuk kebahagianmu di akhirat nanti. Sebab tiada gunanya yang kita perbuat didunia ini jika tidak ada nilai pahala di akhirat nanti. salah satu jalan menuju perubahan adalah memilih teman yang baik, teman yang dapat memotivasi kita untuk melakukan kebaiakn. Imam Ibnu Athaila menyebutkan, “Jangan Kamu berkawan dengan orang yang perkataan dan perbuatannya tidak mengingatkanmu kepada Allah.” Berkawanlah dengan orang-orang selalu mengingatkanmu kepada Allah. Sebab itu salah satu langkah memulai perubahan terhadap dirimu.

Gimana masih betah dengan dosa? Yang lain sudah hijrah, kapan dirimu sobat?  Terakhir ku do’akan semoga yang sudah hijrah makin istiqamah dan yang belum semoga dimudahkan meniti jalan kebaikan ini.

*Abu Dzakiy Al-Munziri Modeong


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment