Tuesday, July 30, 2019

HALAQOH MEMBANGUN KOMITMEN MENGAMALKAN ISLAM


Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, orang duduk
Ikhwah Fillah apa kabar imanmu? Semoga ia baik-baik saja. Semoga ia sebening embun dipagi hari. 
Dakwah adalah solusi terbaik untuk segala problem kehidupan umat manusia. Hal ini telah diketahui dan diyakini bersama oleh umat islam. Hanya saja ada di antara umat ini yang masih menganggap masalah terhadap perbedaan sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan dakwah.

Halaqoh tarbiyah adalah sarana dakwah Islam yang digunakan untuk mensolehkan anggota sebuah jama'ah (organisasi). Dalam dunia bisnis halaqoh di sebut mentoring. Dan halaqoh tarbiyah inilah yang membuat generasi awal umat ini menduniakan Islam. Bagi kita di Ippm, halaqoh adalah sarana pembinaan rutin bagi kader untuk menyamakan persepsi kita tentang apa yang menjadi tujuan kita bersama, dan piranti apa yang tepat digunakan demi untuk mencapai tujuan tersebut. WAJIB bagi setiap kader ippm untuk mengikuti sarana pembinaan ini. Sebab disinilah pemahahaman mereka di bangun dengan benar dan  bagaimana semestinya mereka berjuang dalam konteks amal jama'i (kerja sama). Di dalam halaqoh setiap anggota di pimpin oleh satu orang murabbi dengan agenda tilawah quran, tausyiah, dan evaluasi ibadah harian. Setiap anggota di motivasi untuk mengamalkan syariat islam yang di ajarkan. Target dan materinya pun jelas di lampirkan dalam AD/ART organisasi. Tidak ada yang rahasiakan sebagaimana dugaan sebagian orang. Bahkan sering materi di ambil dari kitab-kitab yang sering di gunakan di pondok-pondok pesantren. Semisal kitab Sulam Taufiq karya Imam Nawawi Al-Banteni. 

Di Ippm tidak ada masalah dengan segala perbedaan latar belakang organisasi yang dibawa oleh setiap kadernya; yang Muhammadiyah tetap dengan kultur Muhammadiyah nya, NU akan tetap dengan NU nya, Jama'ah Tabligh tetap dengan jama'ah tabligh nya. Semuanya tidak akan dirubah oleh Ippm. Ippm hadir untuk menjadi perekat umat yang tercerai berai sebab perbedaan latar belakang madzhab fiqih yang berbeda atau sebab alasan sarana dakwah yang berbeda. Ippm ingin menyatukan semua potensi umat Islam ini dan mengambil sekmen anak muda untuk satu tujuan yang sama, yakni meninggikan kalimat Allah SWT. Apa yang di sampaikan di atas tentu bukan berarti Ippm focus menggarap kader organisasi lain yang sudah di bina. Tidak demikian. Tapi Ippm membuka diri untuk semua anak bangsa yang mau bersama-sama dengan Ippm menjadikan Indonesia lebih baik dan maju dalam naungan rahmat dan ridha Allah SWT. 

Cuman memang tidak bisa dipungkiri setiap jamaah punya ciri khas dan aturannya sendiri. Demikian pula dengan ippm. Ini yang harus disadari oleh setiap anggota ippm dan berupaya menyesuaikan diri dengan segala aturan dan manhaj yang di miliki. 

Kader ippm di latih dan dibentuk bukan sekedar shaleh secara ibadah ukhrowi: bukan sekedar bisa wudhu, shalat, puasa, tilawah dan lain-lain yang sifatnya ibadah makhdho semata. Tapi kader ippm dilatih untuk memiliki karakter yang paripurna; memiliki komitmen keislaman dalam konteks ibadah ritual juga sosial. 

Ippm punya pandangan bahwa Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan umat manusia, mulai sejak ia bangun sampai tidur kembali. Ippm juga punya pandangan dan keyakinan yang sama  seperti apa yang di tulis oleh Tohir Bawazir dalam bukunya yang berjudul “Jalan Tengah Demokrasi Antara Fundamentalisme dan Sekularisme”- “Islam bersifat komprehensif karena islam tidak melalaikan satu aspek kehidupan pun, baik itu aspek material maupun spiritual, baik untuk skala individu maupun sosial”. Pengamalan Pemahaman di atas ini yang terkadang terasa berat sebagian mereka yang bergabung di ippm dengan sekedar mencari pengalaman berorganisasi. Sampai pada titik jenuhnya, akhirnya memilih berpisah dengan ippm. 

Memang semua akan terasa berat bagi mereka yang sekedar mencari happy di jalan yang sukar ini. “Ini adalah jalan pejuang bukan pecundang”, begitu generasi awal ippm menyebutnya. 

Bahkan mereka yang sudah rajin solat, puasa, bahkan Masjid sudah menjadi rumahnya pun terkadang merasa sulit berselancar bersama dengan ippm dalam gelombang perjuangan. Bukan karena ada perbedaan prinsip antara dia dengan ippm. Problemnya hanya terletak pada seberapa kuat komitmen pengamalan pengetahuannya.

Ada orang yang bergabung bersama ippm dengan membawa pengetahuannya tentang sesuatu yang haram dalam islam melalui organisasi atau jama'ah nya di luar ippm, tapi disana dia tidak dituntut atau di mutaba’ah oleh jamaah tersebut untuk meninggalkan perkara haram itu, sehingga hal yang haram ini masih menjadi bagian dari aktivitasnya. Sekalipun di saat yang sama shalat dan ibadah lainnya rajin ia kerjakan. Sementara di ippm ia dituntut oleh jamaah untuk memadukan pengetahuan itu dengan pengamalan nya. Itu yang membuatnya terasa berat. 

Hanyalah Komitmen keislaman itu yang terasa berat bagi mereka. Kader ippm dilatih dan dituntut bukan sekedar tau atau mengerti. Tapi melalui Halaqoh itu mereka juga dituntut akan komitmen pengamalan terhadap pengetahuan itu, sampai ilmu itu berubah menjadi amal shaleh. 
Antum ruh baru untuk umat ini…
@Bay Sofyan A.M. KMS IPPM
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment