Wednesday, August 14, 2019

Para Motivator Pembawa Perubahan



Skenario kehidupan akan terus berjalan. Actor-aktor yang hadir didalam pentas mengisi ruang silih berganti. Walaupun mereka telah hilang ditelan oleh waktu, namun tidak akan pernah dilupakan oleh zaman sebab telah terekam indah dan aman dalam sejarah. Mereka adalah sosok yang dipenuhi dengan berbagai macam girah untuk berbuat dan melakukan suatu perubahan. Bagi mereka mungkin hidup tanpa sebuah karya adalah sebuah kehampaan yang luar biasa. Sehingga itu, karya yang mereka berikan adalah sebuah karya besar yakni, sebuah perubahan. Mari kita coba buka kembali lembaran sejarah, maka akan selalu ada pemeran yang memukau dimasanya. Mereka adalah orang yang lahir dengan biasa-biasa saja tapi berhasil menjadi orang yang luar biasa.

            Siapa yang tak kenal dengan Mush’ab bin umair yang menorehkan catatan penting dalam sejarah islam. Ketika dirinya saat itu diutus oleh baginda Rasulullah SAW. untuk menjadi duta di madinah dan memulai dakwahnya disana.  Mempersiapkan madinah sebagai kota hijrah Rasulullah SAW. ketika itu kondisi dan situasi sudah tidak lagi bersahabat dengan dakwah islam. Lalu hasilnya? Sangatlah  menakjubkan. Orang-orang justru berbondong-bondong menerima seruan islam melalui pribadi Mus’ab dalaam waktu yang terbilang singkat. Dengan itu pintu gerbang  dakwah dan kebangkitan islam terbuka lebar.

Zaid bin Tsabit menorehkan catatan yang begitu penting dalam peradaban islam. Diamana, dia diberikan sebuah proyek besar yakni untuk mengumpulkan Al-qur’an dalam satu mushaf seperti yang kita pegang saat ini. Hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab hal tersebut menyangkut masa depan islam dan kaum muslimin. Dimana hasil dari apa yang ia kerjakan akan menjadi rujukan bagi ummat. Pada akhirnya dengan jerih payah dan kerja kerasnya, walaupun berat beban yang dipikulnya, tapi ia bisa tuntaskan dengan sempurna.

            Perjalanan cerita masih belum selesai. Siapa yang tak kenal dengan imam As-Syafi’i? lahir dan dibesarkan dalam keadaan yatim namun, mampu menghafalkan Al-Qur’an dalam umur masih belum genap 7 tahun. Bahkan menghafalkan keseluruhan kitab Al-Muwaththa’. Imam malik ketika berusia 12 tahun hafalan nasab dan sejarah arab beliaupun menyamai Ibnu Hasyim. Beliau merupakan seorang sejarahwan muslim yang kemampuannya diatas rata-rata.  Belum lagi ribuan hafalan sya’ir-sya’ir arab yang beliau kuasai.

            Obsesi untuk menjadi sebaik-baik paglima perang dan pasukannya sebaik-baik pasukan kini semua menjadi kenyataan. Muhammad Al-fatih adalah nama yang masih diperbincangkan sampai saat ini. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya dalam menaklukkan kota konstantinopel yang dikenal dengan benteng pertahanan yang begitu kuat dan belum pernah ditembus pertahanannya pada masa itu. Sungguh luar biasa bukan?
            Sederetan nama diatas hanyalah sebagian kecil dari kaum muslimin yang membuat hati merasa takjub dan banyak lisan membicarakan kehebatan mereka bahkan setelah mereka wafat (menghadap kepada Allah). Mereka hadir mengisi ruang sejarah peradaban ini bukanlah sebuah hal yang sifatnya adalah kebetulan. Sebab, ada proses yang panjang yang dilalui sehingga bisa muncul ke permukaan dan memukau banyak orang. 

            Kagum dan rasanya ingin menjadi seperti mereka bukan?
­Namun, sayangnya kebanyakan dari kita hanya berhenti pada rasa KAGUM dan TAKJUB saja. Dan pada akhirnya rasa itu berubah menjadi pembenaran bahwa kita tidak akan bisa menjadi seperti itu, yang artinya adalah mustahil bagi kita melakukannya. Padahal, ada hal yang subtansial yang tidak boleh kita lupakan dalam setiap langkah yang ditempuh. Dimana, membenahi diri terlebih dahulu adalah hal yang utama sebelum memulai suatu kerja-kerja peradaban dalam proses kehidupan. Kedekatan dengan-Nya adalah kunci dalam  setiap perubahan yang akan diusung.

Kontribusi terbesar selalu bisa mengubah dunia, meskipun itu berasal dari buah mimpi besar orang-orang sederhana. Mereka menjadi besar karena berhasil mewujudkan mimpi besar itu menjadi kenyataan.  Sebagai mana yang pernah dikatakan oleh Hasan Al-Banna, “mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini, dan mimpi hari ini adaalaah kenyataan hari esok”. Keberanian untuk memiliki impian besar adaalah sesuatu yang mutlak pada diri seseorang. Sebab, jika hanya bermimpi saja kita tidak berani lalu bagaimana dengan mewujudkannya?



luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment