Monday, October 14, 2019

7 Hal yang Wajib Ada Pada Pribadi Kader IPPM





”Mereka adalah pemuda dan pelajar yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah, mempunyai keinginan untuk merubah diri ke arah lebih baik menurut syariat islam, mengikuti pembinaan rutin, mau mengajak orang lain melakukan kebaikan, komitmen dan patuh pada aturan organisasi, dan menaati pimpinannya, selama bukan dalam rangkah maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.”

1.         Iman adalah landasan utama dalam perjuangan dakwah. Olehnya seorang kader IPPM harus memperhatikan kualitas imannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Iman yang kuat akan mendorong ia untuk beramal islam dengan proaktif. Tidak hanya kewajibanya, namun sunah pun ditunaikan. Hanya dengan iman yang baik itulah, ia akan mampu bertahan di medan juang yang berat ini.

“Dan Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci pada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang orang yang mengikuti jalan lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana”. (QS Al Hujurat : 7-8)

“Kami tunjuki dengan dia siapa yang beriman dan yang Kami kehendaki diantara hamba hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS As Syura : 52)

2.         Keimanan kepada Rasulullah membuatnya mempelajari, memahami dan menjiwai setiap perjalanan hidup dan perjuangan nabi Muhammad SAW. Sehingga ia selalu memiliki konsep perjuangan yang utuh dan jelas.

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 80).

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 65).

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)

3.         Selanjutnya, hal  yang wajib ada pada diri seorang kader IPPM adalah adanya keinginan untuk memperbaiki pribadinya. Sebab ia adalah  potret utuh jamaah. Orang akan menilai baik dan buruk kepada jamaah tergantung perangai sang kader tersebut. Oleh karenanya ia wajib mempunyai keinginan untuk merubah keadaan dirinya ke arah yang lebih baik lagi. Dari sini kemudian, ia berangkat kepada proses selanjutnya, yakni memperbaiki dirinya.

 Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. ”QS.29. Al 'Ankabuut

4.         Tidak cukup sampai pada keinginan untuk membenahi dirinya sendiri, namun ia harus memiliki kepedulian untuk mengajak orang lain mengikuti jejak hijrahnya. Mengajak orang kepada kebaikan bukan sebab ingin mendapatkan balasan atau popularitas, melainkan karena ingin menyebarkan kebaikan kepada umat manusia. Orientasinya adalah mardhatillah.

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron 110)

 “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” (QS. An Nahl: 125).

“Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun”. HR. Imam Muslim, no. 2674

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran: 104).

Ayat di atas dengan tegas menunjukkan kewajiban membentuk sebuah umat atau jamaah yang memiliki tugas atau karakter yang spesifik. Secara bahasa, menurut Kamus Al Munawwir, al ummah memiliki banyak pengertian, di antaranya adalah ar rajulu al jami’u lilkhair (laki-laki yang padanya terkumpul kebaikan), man huwa ‘alal haq (orang yang menetapi kebenaran), asy sya’bu wal jumhur (rakyat, masyarakat, bangsa).

Jika dikatakan ummatullah artinya adalah khalquhu, ciptaanNya. Ummatun yad’una ilal khair dalam ayat tersebut bermakna jama’atun yad’una ilal khair, suatu jamaah yang menyeru kepada kebaikan. Umat memiliki makna jamaah, yang harus dibentuk untuk melaksanakan berbagai kewajiban agama. Hal ini menandakan harus adanya pelaksanaan dakwah, amar ma’ruf dan nahi munkar secara kolektif, tidak individual.


5.         Membenahi diri sendiri dan mengajak orang lain membutuhkan keahlian yang harus di pelajari dan dilatih. Olehnya  ia harus mengikuti proses pembinaan rutin yang dilaksanakan oleh IPPM. Dari pembinaan rutin ini ia dilatih setahap demi setahap untuk memahami hal-hal dasar dalam islam dengan baik dan benar. Tidak ekstrim kanan maupun ekstrim kiri.  Dari sini pula ia akan faham peta dan rute perjuangan mewujudkan cita-cita mulia yang seakan ada jurang pemisah antara harapan dan kenyataan hari ini. Tanpa mengikuti proses pembinaan secara terus menerus dan penuh ketekunan serta semangat yang tidak pernah pudar, ia tidak akan sampai pada apa yang di cita-citakan. Ia akan jatuh di tengah jalan perjuangan ini. Ia akan lelah dan memilih berhenti atau menepi dan berbalik arah meninggalkan jalan perjuangan dakwah ini.

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)

6.         Komitmen kepada keputusan syuro, aturan organisasi, dan menaati pimpinan meruapakan hal yang wajib dan melekat kepada setiap kader IPPM dimana pun ia berada. Sarana yang paling utama untuk menjaga keutuhan  barisan dakwah adalah dengan menjaga dan menghormati aturan dan tata cara yang dibuat oleh dakwah.

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya” [Ali-Imran/3 : 159]

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka” (Asy-Syuura/42 : 38)
“Dengar dan taatlah kalian kepada pemimpin kalian, walaupun dia seorang budak Habsy.” (HR. Bukhari)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Bakar dan Umar bin Khatthab : “Seandainya kalian bersepakat dalam suatu urusan niscaya aku tidak akan menyelesihi kalian berdua”.
Musyawarahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sahabat beliau (pada hari peperangan Uhud) apakah kaum musimin menanti musuh di Madinah atau keluar dari kota Madinah untuk menyongsong musuh, maka sebagian besar sahabat berpendapat untuk menyongsong musuh di luar kota Madinah, maka keluarlah mereka menyongsong musuh di luar Madinah. Kendati hasil musyawarah tidak sesuai harapan, tapi Rasulullah tidak pernah mencela hasil keputusan tersebut.

7.         Setiap kader harus mengetahui bahwa ia terikat dengan aturan yang telah di tetapkan oleh organisasi. Sehingga tidak ada cara lain baginya untuk membuktikan kesetiaannya kecuali menaati aturan yang sudah ditetapkan. Karena itu, secara otomatis, orang-orang yang telah bergabung dalam dakwah ini, mengemban prinsip-prinsipnya, dan menyeru kepadanya harus berkomitmen dengan aturan jamaah dan tidak keluar darinya.

Demikanlah, karena tidak ada artinya sebuah komitmen tanpa adanya ketaatan kepada aturan dan pemimpinnya.

            Seandainya komitmen kita terhadap dakwah itu benar, maka kita akan taat dengan aturan yang telah dibuat oleh dakwah agar terjaga  kesatuan shaf dan ketaatan kepad Allah dan rasul-Nya.

Tanpa semua yang sudah disebutkan di atas, dia bukan siapa-siapa kecuali dia hanyalah anggota biasa yang lagi berproses menjadi kader dakwah IPPM. Tidak lebih dan tidak kurang.

Sofyan.AM
KMS IPPM


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment