Tuesday, October 22, 2019

Perbaharui Niatmu, Agar Allah Menjagamu





Hijrah itu bukan sekedar ganti kostum atau ikut ormas. Namun itu hanya bagian kecil dari aktivitas seseorang yang berhijrah. Berhijrah adalah proses meninggalkan dan bertahan dalam meninggalkan segala hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dalam rangka menggapai ridha Allah SWT.

Pada praktenya hijrah membutuhkan ketahanan untuk meninggalkan segala khilaf di masa lalu. Telah banyak kita saksikan mereka yang sudah berhijrah, kemudian kembali lagi kepada kehidupan kelamanya. Di awal hijrah ia menangis terseduh-seduh sebab merasa telah banyak melakukan noda dan dosa. Seakan jiwanya telah berada di jurang neraka lalu datanglah seseorang yang menggenggam erat tangannya melangkah menuju surga.

Hari-harinya pun mulai berbeda dengan sebelumnya, mulai dari berhijab yang semakin syar’i, yang ikhwan yang tadinya acak-acakkan kini mulai rajin menggunakan kokoh yang rapih. Ia pun mulai mencari tempat kajian yang dirasa cocok untuk mengejar segala ketertinggalannya, mancari wadah untuk saling menguatkan dan lain sebagainya.

Disana ia mulai nampak bersinar, pribadi yang tadinya biasa saja, kini menjadi luar biasa, ide dan gagasannya membius banyak orang, ada banyak yang terperangah melihat kehebatan dan talentanya. ia pun menjadi orang yang sangat berpengaru pada komunitasnya. Namun dikemudian hari semua terkaget, bak petir di siang bolong. Mendengar kabar ia kembali lagi kepada kehidupannya yang dulu.

Apa yang salah dengan hijrahnya? Mungkinkah ia punya masalah yang membuatnya frustasi, lalu mengabil jalan lain untuk mencari ketenangan jiwa? Bisa jadi hal itu benar. Namun itu bukan hal yang mendasar sampai sesorang mampu berbalik arah 180 derajat semacam itu. Terlalu remeh jika hanya masalah keluarga atau semisalnya seseorang mau mengambil resiko sangsi social dimasyarakat yang akan dikenang senjang hidupnya, hanya karena sesuatu yang sebenarnya cukup di cari alasan yang rasional untuk tidak sampai berbuat semacam itu. Sebab "lebih baik manjadi mantan preman dari pada mantan orang berhijrah". Cukup  itu menjadi argumentasinya, bagi mereka yang terdidik.

Di suatu sore, saya pernah memberikan materi hadits arba’in, pada hadist yang pertama, Imam Nawawi menuliskan hadits yang menjelaskan tentang niat. “Sesungguhnya sahnya suatu amal tergantung niatnya”. Begitulah potongan hadits tersebut.

Sesuatu yang paling kokoh dan tidak mungkin roboh adalah Allah SWT. kepadanya tempat bergantung dan di sandarkan segala urusan. Sedangkan hijrah adalah bangunan besar yang dibangun oleh setiap insan manusia dalam peradaban kehidupannya. Bangunan yang besar ini tidak mungkin mampu berdiri tegak, melindungi, dan menemani pemiliknya hingga hari pertemuan dengan Allah itu tiba jika ia tidak memiliki pondasi yang kokoh. Olehnya, hijrah itu harus di bangun di atas pondasi niat yang tepat dan benar: Ilallahi warasullih, karena Allah dan Rasulnya. Niat yang tepat ini akan menjadi pondasi yang kokoh yang di atasnya di bangun peradaban hijrahnya seseorang.

Sesuatu yang dibangun dan di niatkan kepada selain Allah akan mudah runtuh bak isntana pasir di bibir pantai. Hempasan ombak ujian kehidupan akan musnahkan bangunan hijrahnya yang susah paya ia bangun. Tidak ada cara lain untuk membuat suatu perbuatan kebaikan menjadi baik dimata Allah dan mendapatkan penjagaan-Nya kecuali di awali dengan niat yang tulus karena Allah. Seberapa baiknya kita memulai dan berproses, pada akhirnya kita terjatuh lagi sebab pondasinya yang rapuh. Bukan karena Allah. Atau paling tidak di hadapan Allah SWT hanya terlihat sebagai debu yang berterbangan.

Dan Kami tampakkan apa yang dahulu telah mereka amalkan lalu Kami jadikan ia bagaikan debu yang beterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23)

Tentang maksud “bagaikan debu yang beterbangan” Imam al-Baghawi rahimahullah menjelaskan, “Artinya sia-sia, tidak mendapat pahala. Karena mereka tidak melakukannya [ikhlas] karena Allah ‘azza wa jalla.” (lihat Ma’alim at-Tanzil, hal. 924).

Perbaharui niatmu, agar Allah menjagamu. Allah yang memiliki segala kebaikan maka jangan pernah mencari kebaikan kecuali hanya kepada Allah SWT.

*SAM

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment