Sunday, November 10, 2019

TERUS BERGERAK ATAU TERLINDAS!



By. Satria hadi lubis

Seorang kader dakwah harus pandai mengelola kekecewaan agar tidak futur (lemah semangat) dari jalan yg penuh berkah ini.

Caranya dengan :
1. Memelihara keikhlasan,
Dengan ikhlas kita tidak akan peduli dengan godaan merasa dipinggirkan atau tidak dihargai. Ingatlah, cukup ridho Allah sebagai satu-satunya harapan kita. Yang lainnya hanya bonus, dapat alhamdulillah. Tidak dapat juga alhamdulillah.

2. Sibuk dengan hal-hal besar,
Biasanya yang sering kecewa itu kader yang sibuk dengan masalah kecil dan duniawi, sehingga suka meng-ghibah. Kalau kita sibuk berdakwah tak sempat lagi kita membesar-besarkan kekurangan ikhwah lain.

3. Empati dengan ikhwah lain,
Dengan peduli kepada ikhwah lain, dan turut merasakan kesulitan-kesulitan mereka dalam mengelola dakwah maka kita tidak akan mudah menuduh mereka dengan berbagai fitnah.

4. Waspada terhadap fitnah yang menjelek-jelekkan dakwah dan para aktivisnya,
Ingatlah, salah satu cara melemahkan dakwah adalah memecah belah barisan dakwah. Islam hanya bisa dirubuhkan dengan lemahnya persatuan dan ukhuwah.

5. Terus aktif pada berkiprah pada potensinya,
Daripada terus menerus memendam kekecewaan lebih baik kita terus berkiprah secara produktif. Misalnya dengan terus merekrut dan membina. Sebab hal itulah kewajiban azazi kader dakwah.

6. Dan ekspresikan kekecewaan dengan tepat, yaitu kepada murobbi atau ustadz yang paham manhaj dakwah. Jangan mudah percaya berita-berita negatif tentang ikhwah lain yang bisa menghancurkan soliditas barisan. Cek and ricek dari berbagai sumber. Bukan hanya butuh second opinion jika mendengar berita negatif, tapi juga third opinion, bahkan fourth, fivth opinion.

Jangan futur hanya gara-gara kecewa. Toh yang rugi bukan siapa-siapa, tapi diri sendiri yang nanti tak mampu menjawab hisab di akhirat karena meninggalkan medan dakwah.

Yakinlah, bahwa salah satu yang dihisab kelak kepada setiap muslim adalah kewajibannya dalam berdakwah.

يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ

"Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar (dakwah) dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang diwajibkan kepadamu" (QS. Luqman (31) : 17).

Lagi pula, seandainya seorang kader dakwah futur,  maka Allah pasti akan mendatangkan orang-orang yang jauh lebih baik dan lebih tangguh daripada sebelumnya.

Allah berfirman,

وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“Dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian ini. ”
(QS. Muhammad (47) : 38)

Allah juga berfirman,

إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ

“Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kalian, wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain sebagai pengganti kalian. ”
(QS. An-Nisa (4) : 133)

إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ. وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

“Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mengganti kalian dengan makhluk yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”
(QS. Ibrahim (14) : 19-20).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ.

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ”
(QS. Al-Maidah (5) : 54)

Semoga Allah istiqomahkan kita di atas Islam dan dakwah.

Terus bergerak atau akan terlindas!
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment