Thursday, May 7, 2020

"Indahnya Pacaran" dibulan Ramadhan, Part 1

Adalah sebuah hal yang normal dan biasa saja ketika seorang laki-laki dan perempuan punya rasa ketertarikan satu sama lain. Sampai disini tidak ada masalah. Bahkan agama Islam dan mungkin seluruh agama dan kepercayaan punya satu pandangan yang sama. Apa lagi Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang tentu didalamnya adalah memperbanyak keturunan.

Namun ketika rasa atau ketertarikan kepada lawan jenis ini disikapi dengan cara yang tidak sesuai aturan agama, maka disinilah letak masalahnya. Sebab tanpa aturan agama, manusia akan hilang sisi kemanusiaannya.

{إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُون}

“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat buruk (semua maksiat) dan keji, dan mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui” (QS al-Baqarah: 169).

Baik coba kita lihat apa yang biasa dilakukan oleh mereka yang pacaran itu. Dan pandangan agama terhadap nya. Paling tidak ada enam hal yang sering dilakukan oleh mereka yang pacaran itu.

1. Saling memandang satu sama lain, pandangan ini penuh dengan syahwat. Bahasa Qur'an menyebutkan perbuatan fahisyah. Disini berbagai macam jenis pikiran kotor bisa terlintas dipikiran pelakunya.

Hal ini sama saja baik itu secara langsung, atau melalui media perantara, misalanya via foto, vc dan lain sebagainya. Jika suatu pandangan disertai syahwat, dan nafsuh birahi, maka hukumnya adalah terlarang dan haram. Ini tidak hanya bagi mereka yang mengikat rasa itu dengan nama pacaran. Yang tidak demikian juga, jika pendangan kepada lawan jenisnya penuh syahwat, ya terlarang juga. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم

“Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41)


وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur: 31)


2. Saling berpegangan tangan, bahkan bisa jadi lebih dari itu.

Jika dua orang sejoli sudah duduk berdua, sebagai pembuktian rasa nafsuh yang dikiranya cinta itu, ia akan memegang tangan pasangan tak sahnya itu untuk sekedar meyakinkan bahwa mereka layak bersama. Sambil mengelus-elus tangan pasangannya  ia pun melayangkan rayuan maut kepada pasangan nya tersebut. Dan ini memunculkan hormon libido kepada keduanya.

Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

3. Jalan-jalan bersama atau saling berboncengan dengan tidak ditemani muhrimnya.

Masa iya sih ada orang yang pacaran lalu hanya menjalin hubungan LDR gitu, padahal hanya satu kampung atau di kampung tetangga.  Lagi pula dengan perjalanan bersama menjadi langkah jituh yang sering dilakukan orang yang pacaran untuk menciptakan suasana romantis bagi keduanya. Kadang dengan manjat gunung bersa atau berkeping di tepi pantai dan lain sebagainya.

Abdullah bin Abi Zakaria Al-Khaza'i. Dia menuturkan: "Rasulullah r bersabda:


َلاَنْيَقْرَعَ الرَّجُلُ قَرْعًا يُخْلِصُ اِلٰى عَظْمِ رَأْسِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ تَضَعَ امْرَاَةٌ يَدَهَا عَلٰى رَأْسِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ، وَِلاَنْ يَبْرُصَ الرَّجُلُ بَرَصًا حَتّٰى يُخْلِصَ الْبَرَصُ اِلٰى عَظْمِ سَاعِدِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ

"Sungguh, jika seseorang dipukul sampai menembus tulang kepalanya adalah lebih baik daripada kepalanya disentuh oleh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya. Dan sungguh, seandainya seseorang menderita lepra yang parah hingga menembus tulang lengannyaadalah juga lebih baik baginya, daripada ia membiarkan seorang wanita meletakkan langannya ke alas lengannya, padahal wanita itu tidak halal baginya. "


4. Saling memanggil dengan kata (sayang), padahal belum sah sebagai suami istri, dan saling merayu satu sama lain.

Masa iya ada yang pacaran tidak saling merayu? "bilang kamu cantik, atau si cewek bilang nya, kamu tampan deh." Rasanya tidak ada orang yang pacaran lalu menjalin hubungannya dengan suasana garing. Tidak ada sayang-sayangan gitu deh.

Belum lagi di saling chat dan pesan WA nya, yang bisa jadi penuh dengan ungkapan dan kata-kata gombal lainnya. Bahkan ada yang langsung mengikat kata janji untuk menikah usai studi nanti. Sekali lagi ini rayuan maut yang bekin si cewek langsung kelepek-kelepek. Dan tentu ini adalah janji batil!

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Artinya: “Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik”. (QS. al-Ahzab: 32)

Imam Qurtubi menafsirkan kata ‘Takhdha’na’ (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati. Yaitu menarik hati orang yg mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita.

Ayat ini berlaku umum kepada semua wanita-wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

5. Suka berduaan yang berujung pada perzinahan.

Kebiasaan hubungan tidak sah semacam ini, selalu dilakukan ditempat yang "aman" menurut nafsuh mereka. Mencari tempat yang memungkinkan bagi keduanya untuk melampiaskan nafsu dan hasratnya. Orang yang melakukan sesuatu yang terlarang tidak akan PD jika di ketahui banyak orang. Sehingga yang dilakukan adalah dengan cara sembunyi-sembunyi.


اَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ باِمْرَأَةٍ إِلاَّكاَنَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

Artinya: “Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita, melainkan yang ketiga dari mereka adalah syetan“. (HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua." (H.r. Ahmad, 1:18; Ibnu Hibban (lihat Shahih Ibnu Hibban, 1:463)

Al-Munawi menjelaskan, "yaitu setan akan menjadi orang ketiga di antara keduanya, dengan membisiki mereka untuk melakukan kemaksiatan, menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak, menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya, serta menghiasi kemaksiatan hingga tampak indah di hadapan mereka berdua.

6. Dan pada akhirnya terjadi perzinahan yang hakiki.

Kucing yang kelihatannya lucu dan imut, pura-pura tidak peduli dengan ikan di depan matanya, hanya karena merasa belum ada momentum yang tepat untuk mengeksekusi keinginan terpendamnya, itu karena keadaan tidak memungkinkan. Bisa jadi karena banyak orang, atau ada majikannya.


Namun lain lagi jika hanya ada si kucing dan ikan di atas meja yang terlihat pasrah  dan seakan memberi pesan, " ini aku silahkan disantap". Dengan serta merta kuncing garong yang sok kalem ini akan segera mungkin menyantap ikan yang sudah pasrah tadi.


Kira-kira analoginya seperti itu. Tidak ada kebaikan bagi lelaki atau perempuan yang sudah menjalin hubungan seperti ini, lalu berada di tempat yang sunyi, hanya mereka berdua, kecuali yang terjadi adalah perzinahan. Dan tidak ada iman yang tersisa bagi keduanya jika melakukan hubungan terlarang itu.


لا يزني الزاني حين يزني وهو مؤمن

Artinya: “Pezina tidak dikatakan beriman ketika ia berzina“. (HR. Bukhari Muslim)

Jika pun tidak sampai terjadi zinah dalam pengertian fiqih, maka yang terjadi adalah zinah dalam pengertian umum. Dimana banyak hal jahiliah yang diperbuat oleh keduanya. Misalnya dengan berciuman, berpelukan dan segala hal haram lainnya.

Jika ada yang bilang, "ah saya nda seperti itu, selama ini saya datang kerumahnya, kami ngobrol ada orang tuanya, kalau jalan, kami selalu rame banyak teman."

Jawabannya, iya, namun itu karena belum ada kesempatan.  Dan perkataan semacam itu hanyalah sebuah kebohongan dan pembelaan yang sebenarnya dirinya juga mengetahui, bahwa apa yang ia sebutkan itu adalah kedustaan. Pada sebenarnya ia menginginkan suasana ideal sebagaimana keinginan nafsuh birahi nya.

Nabi Muhammad Saw. Beranda


عَن أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : لِكُلِّ ابْنِ آدَمَ حَظُّهُ مِنَ الزِّنَا ، فَالْعَيْنَانِ تَزْنِيَانِ، وَزِنَاهُمَا النَّظَرُ ، وَالْيَدَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا الْبَطْشُ ، وَالرِّجْلانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا الْمَشْي ، وَالْفَمُ يَزْنِي وَزِنَاهُ الْقُبَلُ، وَالْقَلْبُ يَهِمُّ أَوْ يَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرَجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ  ( السنن الصغرى, أحمد بن الحسين بن علي بن موسى أبو بكر البيهقي)


Dari Abu Huroiroh, ia berkata, Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasalllam bersabda, setiap (Anggota tubuh ) anak adam memiliki peluang untuk melakukan Zina; mata, mempunyai peluang untuk zina, dan zinanya yaitu : melihat atau memandang. Kedua tangan berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu menyentuh. Dan, kedua kaki berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu melangkah. Mulut berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu ciuman. Hati berkeinginan kuat atau berangan-angan dan kemaluan membenarkan hal itu atau mendustakannya(HR. al-Baihaqi di dalam as Sunan ash Shugro)

Pertanyaannya adakah orang yang pacaran tanpa melakukan hal-hal sebagaimana disebutkan pada hadits di atas?;

1. Tidak saling pandang, sekalipun di via media virtual?

2. Adakah orang pacaran tidak saling menyentuh?

3. Adakah orang pacaran tidak jalan-jalan?

4. Adakah orang pacaran tidak berciuman, atau dengan mulutnya ia merayu?

5. Adakah orang yang pacaran lalu hatinya tidak bersyahwat?

6. Yang kemudian dibenarkan oleh kemaluan.


Padahal Allah SWT sudah melarang mendekati nya. Surat al-Isra’ ayat 32 Allâh berfirman.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk“.

Tidaklah Allah SWT dan Rasulullah Saw mengajarkan kita suatu ketentuan kecuali itu mengandung kebaikan untuk umat manusia. Bagi orang yang beriman, segala hal yang terlarang harus di hidari, dan apa yang diperintahkan berupaya untuk ditinggalkan.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًا مُّبِينًا

Artinya; Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. Quran Surat Al-Ahzab Ayat 36.


Apa kaitannya dengan puasa dibulan suci Ramadhan? Next di tulisan berikutnya...

By: Sofyan Atsauri Modeong
Keterangan Foto: Shofya Basala, Foto Ilustrasi

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment