Monday, May 11, 2020

Pandemi Penghalang Rezeki, Apa Kata Q.S. At-Thalaq: 3?




 
Ujian, musibah, bala, bahagia akan selalu mengiringi kehidupan umat manusia, Allah SWT berfirman dalam kitab sucinya.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35).

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Q.S. Al-Baqarah, 115.

Ibnu Katsir mengatakan, terkadang Allah SWT memberikan ujian berupa kebahagiaan dan terkadang Dia memberikan ujian berupa kesusahan, seperti rasa takut dan kelaparan, sebagaimana Allah berfirman:
فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ
karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Q.S. An-Hahl:112.

Rasa lapar akan memperlihatkan kepribadian seseorang, apakah ia sabar atau tidak. Itu sebabnya saat mengomentari ayat dia atas (Q.S. An-Hahl:112) Ibnu Katsir mengatakan, Ujian pada orang yang sedang dalam keadaan lapar dan takut akan sangat terlihat jelas. oleh karena itu Dia berfirman, "Pakaian kelaparan dan ketakutan". Ini akan sangat memperlihatkan kepribadian dan tampilan seseorang.

Pandemi Covid 19 ini merupakan ujian yang sangat berat bagi umat manusia dewasa ini. Dampaknya terhadap kehidupan umat manusia begitu terasa. Tidak hanya berdampak pada aktivitas sosial manusia semata, namun merembet ke segala hal, termasuk pada perekonomian banyak negara.
Hal ini memicu ketakutan kepada setiap anak bangsa, para ekonom memperkirakan negara tidak akan sanggup bertahan lama sebab dampak CoronaVirus dan hal-hal lain yang mempengaruhi nya.
Dikutip dari INDUSTRY.co.id -  Ekonom senior, Rizal Ramli, memperkirakan kondisi perekonomian Indonesia akan anjlok pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini 2020. Hal itu tidak hanya dipicu dari dampak virus corona, akan tetapi ekonomi Indonesia sudah bermasalah karena pengaruh bubble economy. Menurutnya, Gelembung makro ekonomi, gagal bayar, anjloknya daya beli, kehadiran bisnis digital, dan penurunan pendapatan petani.

Lesunya ekonomi akibat dampak Corona Virus tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar, bahkan yang paling merasakan dampak buruknya adalah pedagang kaki lima dan pedagang yang ada di emperan toko.

Semua ini menjadikan setiap orang merasa was-was dan takut tidak bisa bertahan hidup. Ini pun menjadi pemicu konflik sosial di masyarakat bawa. Apa lagi mereka yang hidup di perkotaan yang hidupnya tidak punya kepastian. Namun sebagai umat yang beriman kepada Allah SWT, kita punya konsep hidup yang berbeda dengan yang lain.

1. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan kita.

Allah Ta’ala berfirman,
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286)

2. Melipatgandakan kesabaran. Sebab berkeluh kesah dengan keadaan tidak akan merubah kenyataan hari ini. Yang harus kita lakukan adalah bersabar dengan ketentuan yang telah Allah SWT atur untuk kita umatnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ عجب. مَا يَقْضِي اللهُ لَهُ مِنْ قَضَاءٍ إِلاَ كَانَ خَيْرًا لَهُ, إِِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan  keadaan seorang mukmin. Segala keadaan yang dialaminya sangat menakjubkan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah bagi dirinya merupakan kebaikan. Apabila dia mengalami kebaikan, dia bersyukur, dan hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa keburukan, maka dia bersabar dan hal itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim no.2999, dari sahabat Shuhaib)
Ketika Allah SWT menyebutkan
 وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, Allah melanjutkan dengan
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Coba perhatikan ayat selanjutnya, mereka yang disifati di ayat di atas, disebutkan sebagai orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah dan orang-orang yang mendapatkan petunjuk.
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ
Artinya: Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Q.S.Al-Baqarah Ayat 157.

Mengenai ayat di atas, disebutkan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, Amirul Mukminin 'Umar bin Khattab ra, mengatakan, "Alangkah nikamatnya dua imbalan itu, dan betapa menyenangkan (anugerah) tambahan itu."

Dua tambahan itu adalah keberkahan yang sempurna dan Rahmat dari tuhannya. Sedangkan kalimat وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ/ dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk, Merupakan bonus atau tambahannya.

Orang yang sabar terhadap suatu kondisi yang tidak diinginkan akan mendapatkan tiga hal, yang pertama, "keberkahan yang sempurna", kedua, "Rahmat dari Allah SWT", dan yang ketiga adalah  mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Dalam keadaan seperti ini kita sangat berharap mendapatkan ketiga hal itu sekaligus, dan cara yang tepat mendapatkan nya adalah dengan melipatgandakan kesabaran kita terhadap keadaan ini.
3. Tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dengan bekal takwa kepada Allah; melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan-nya, akan membuat kita semakin mudah mendapatkan jalan keluar dari persoalan hidup ini. Bahkan ketakutan kita akan sulit nya reziki di jawab langsung oleh Allah dengan reziki dari arah yang tidak pernah kita duga.

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. At-Thalaq Ayat 2.
Pada ayat ke tiga, Allah SWT memberikan jaminan kemudahan reziki dari arah yang tidak pernah kita duga.
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. At-ThalaqAyat 3.

Ibnu Katsir mengomentari ayat ini dengan mengatakan, "yakni barangsiapa bertakwa kepada Allah SWT terhadap perintah dan larangan-Nya, niscaya Allah SWT akan memberi nya jalan keluar bagi urusan nya, dan menganugerahkan rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni tidak pernah terlintas di benaknya.

Imam Nawawi al-Bantani dalam tafsirnya, Marahul Labid jilid satu halaman 536 di alinea kedua menyebutkan, اي من وجه لا يخطر بباله،  
yakni dari arah yang tidak pernah terpikir dalam pikirannya.

4. Tingkatkan Tawakal kita kepada Allah SWT. Tidak ada yang terjadi di dunia ini kecuali sudah menjadi ketentuan Nya sejak di ajali. Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram."

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. At-ThalaqAyat 3.

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma, ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.
Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering." [HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata Hadis ini Hasan Shahih.

Imam Nawawi al-Bantani mengomentari ayat وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ menyebutkan dalam tafsirnya Marahul Labid,
اي ومن يثق بالله فيما ناله فهو كافيه في جميع أموره
Yakni, barangsiapa yang percaya kepada Allah pada urusan yang telah Allah jamin (akan berikan padanya), maka Allah akan mencukupi dalam semua urusannya hidupnya.

Yakinlah bahwa Allah SWT akan memberikan jalan keluarnya dari setiap masalah yang dihadapi umat manusia. Yang harus kita lakukan adalah melakukan proses dan tahapan nya, baik itu berupa ikhtiar duniawi maupun ikhtiar ukhrawi.

By; Ustadz, Sofyan Atsauri Modeong


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 comments:

Post a Comment